BLOGERCLASS – Miris jika melihat ada media online yang menayangkan artikel copas dari media lain. Sekadar mengejar trafik, lalu melakukan duplikat konten dari website yang artikelnya sedang trending. Secara ekonomis memang menguntungkan, tapi secara moral, jelas patut dipertanyakan. Di mana moral si penulis konten artikel copas tersebut?

Sepertinya memang duit telah merenggut banyak hal dari kehidupan kita. Mungkin juga telah merenggut profesionalitas sebagai seorang penulis konten.

Enggak perlu menunjuk orang lain, ya? Cukup kita interospeksi diri aja. Terutama buat kita yang sedang menggeluti dunia penulisan konten website. Tanyakan, “Apa yang sebenarnya kita cari dari kegiatan menulis?”

Jawab jujur dalam hati. Kalau jawaban itu tulus, dan enggak menjadikan uang sebagai prioritas utama, maka kita sudah memiliki dasar profesionalisme. Karena hanya orang-orang yang mampu mengedepankan tanggungjawab dibandingkan dengan hak adalah orang-orang profesional. Sederhananya, selesaikan tugas terlebih dahulu, baru mendapatkan kompensasi.

Sebagai penulis, tentu tugas utamanya ya menulis. Proses kreatif menulis itu kan diawali dari menggali ide, hingga publikasi hasil karya tulis. Kalau serangkaian proses kreatif itu enggak dilalui, ya malu dong menyebut diri sebagai penulis.

Nah, sekarang silakan dijawab, copas tulisan orang tuh bisa disebut pekerjaan profesional penulis enggak?

Kalau enggak, mari sama-sama berkomitmen melahirkan konten tulisan yang original. Asli karya kita yang dikerjakan melalui proses kreatif layaknya pekerjaan penulis profesional.

Deal?

Ok, ini ada 6 langkah mudah menulis konten website yang sudah sering saya praktekkan. Barangkali bisa bermanfaat buat siapa saja yang hendak menekuni profesi sebagai penulis konten.

Gali Ide dari Google Trend

Ide jangan ditunggu, tapi dijemput. Asal tahu di mana tempat menjemput ide, kita enggak bakal kehabisan ide. Sebenarnya ide ada di mana-mana. Tergantung peka enggaknya diri kita untuk mengangkatnya menjadi tulisan.

Baca juga: Menggali Ide Konten Web Original dari Google Trend

Nah, tempat paling strategis untuk menjemput ide adalah google trend. Karena di sana ada informasi kata kunci yang paling banyak dicari yang diupdate secara real time.

Karena kita akan menulis konten web, maka saya sarankan sering-seringlah kencan di google trend. Barangkali jodohmu ada disana dan bakal jadi viral.

Riset Kata Kunci

Setelah ketemu jodoh, eh ide, lanjut pedekate. Coba cari tahu seberapa populer dia di media online. Caranya pakai saja tools gratisan seperti google keyword planer atau ubersuggest. Kita akan tahu berapa banyak orang yang mencari kata kunci tersebut.

Pilih yang volumenya paling banyak dan persaingannya rendah. Hehe. Ini sebenarnya salah satu langkah yang sering dipraktekkan para penulis artikel SEO. Wajar kalau para penulis fiksi atau surat cinta bakal asing dengan istilah-istilah ini.

Intinya, dari tahap ini nanti kita akan punya daftar kata kunci dan data berapa volume pencariannya tiap bulan. Dari daftar kata kunci inilah kita meng-create ide.

Riset Artikel Pesaing di Page One

Sekarang coba ketikkan kata kunci yang kita pilih di mesin google. Perhatikan beberapa artikel yang ada di page one. Buka minimal 5 artikel dan pelajari kontennya.

Tahap ini bukan untuk meng-copas konten artikelnya, tapi mengambil poin bahasan utama dari artikel-artikel tersebut. Tolong kalimat ini digarisbawahi ya?

Catat Poin Penting

Catat poin-poin itu. Terserah jumlahnya ada berapa, yang jelas jangan dicopas full kontennya. Karena kita hanya butuh ide pokoknya dan memahami batasan pembahasan artikel tersebut.

Catatan ini hanya sebagai alat bantu untuk mengingat poin-poin yang nantinya kita pakai sebagai referensi dalam menulis.

Susun Outline

Jangan menulis tanpa membuat outline terlebih dahulu, meskipun kita hanya akan menulis artikel sepanjang 500 kata. Outline ini akan membantu kita agar tidak melebar ketika menulis tema yang diangkat.

Bentuk outline terserah enaknya kita aja. Yang penting bisa menunjukkan susunan bagian pembuka, isi, dan penyimpulan.

Eksekusi Artikel Originalmu

Nah, selanjutnya eksekusi outline yang sudah dibuat tadi. Apa kira-kira yang membedakan antara artikel original dengan artikel KW? Hehe.

Menurut saya, artikel bisa dibilang original itu ketika bisa menunjukkan karakter penulisnya, meskipun tema yang ditulis sama dengan tema-tema yang pernah dipublish. Pendapat orang lain boleh beda, tapi menurut saya karakter yang melekat pada diri penulis adalah harta yang sangat berharga.

Sedikit bocoran, kabarnya beberapa media online bisa menjadi besar karena kekuatan karakter penulisnya. Ini saya dapatkan dari seorang teman yang sudah lama sekali mengamati perkembangan dunia literasi.

Ok, sepertinya itu saja yang bisa saya bagi kali ini. Silakan share info ini agar teman-teman yang lain mendapat manfaatnya. Bisa tulis komentar di bawah jika ada hal-hal yang perlu didiskusikan.

Video: 6 Langkah Mudah Menulis Konten Web Original

Atau barangkali ada yang pengin usul tema untuk tulisan berikutnya, silakan tuliskan di kolom komentar. Insyaallah jika masih diberi kesempatan akan saya tulis artikel sesuai tema yang direquest.

Salam literasi. [SNs]

%d bloggers like this: