Cara Menentukan Niche Blog

Sudah tahunan mainan blog, tapi belum juga kelihatan hasilnya?

Mungkin salah satu masalahnya karena belum tepat dalam menentukan niche. Ceruk pasarnya nggak jelas, sasaran pembacanya nggak terfokus, alias asal jadi aja blognya.

Menentukan niche atau ceruk pasar untuk blog sama pentingnya seperti ketika kita menentukan kriteria calon istri.

Karena akan memengaruhi keberlangsungan aktivitas blogging ke depannya.

Asik enggaknya hidup tergantung seperti apa teman hidup kita.

Bagi internet marketer, menentukan niche merupakan tahapan yang harus dilalui sebelum merealisasikan rencana bisnis online.

Harus dipahami betul siapa target pasar yang akan dibidik nantinya.

Disesuaikan dengan barang dan jasa yang akan dipasarkan. Sehingga sudah jelas arah bisnisnya mau kemana.

Ibarat seorang penulis yang sedang merancang draft naskah buku.

Menentukan segmen pembaca buku tentu menjadi tahapan yang tidak boleh dilewati begitu saja.

Bayangkan jika sebuah novel anak, tapi ditulis dengan gaya bahasa cerita dewasa. Pastinya terasa janggal. Salah kaprah, bro.

Bagi blogger, menentukan niche blog merupakan langkah penting yang harus diperhatikan sebelum membuat blog.

Meskipun bukan syarat mutlak, tapi efek manfaatnya jelas beda. Segmen pembacanya lebih tertarget.

Lha, bagaimana dengan bloger newbie yang sudah terlanjur membuat blog tanpa mempertimbangkan niche nya?

Menurut pendapat saya terusin saja ngeblognya dengan niche seadanya alias gado-gado.

Toh tidak semua blog gado-gado itu buruk. Kembali ke motivasi awal kita ngeblog, kalau saya pribadi sih yang penting enjoy.

Misal mau niche spesifik ya bikin aja blog baru yang lebih spesifik.

Inti sebenarnya keduanya sama-sama memerlukan komitmen untuk terus eksis ngeblog.

Mau nichenya spesifik atau campuran.

Sebenarnya jika niche sudah ditentukan di awal, kita bisa lebih fokus menulis kontennya.

Cari referensinya pun sudah jelas arahnya. Kelebihan lain bagi blog dengan niche spesifik yaitu search engine akan lebih mudah menemukan indeks blog dengan niche spesifik dibanding blog gado-gado.

Coba lakukan 4 langkah ini untuk menentukan niche blog yang paling diminati.

Buatlah daftar minat dan hobi

Buatlah sebanyak mungkin daftar minat dan hobi. Misalnya 5-10 list minat dan hobi yang diterawang dari keseharian.

Dari daftar yang sudah dibuat tersebut kemudian sortir satu persatu hingga minimal menyisakan 2 daftar minat dan hobi yang paling “Gue banget” menurut penilaian kalian.

Dua pilihan inilah yang akan dipakai sebagai dasar menentukan niche blog yang akan dibuat.

Jika kalian suka musik, hobi main musik, dengerin musik, buat saja daftar minat dan hobi seputar aktifitas yang berhubungan dengan musik.

Misal: main gitar, main drum, karaoke, gamelan jawa, dan lain sebagainya.

Pilih yang paling disukai, lalu buat kata kunci atau keyword. Kata kunci yang dibuat minimal terdiri atas 2 kata.

Kemudian lakukan survey pesaing. Bisa memanfaatkan tools gratis dari internet, seperti ubersuggest atau tools berbayar seperti ezkeyword.

Pastikan ada tidaknya komunitas terkait minat dan hobi yang dipilih

Keberadaan komunitas akan memudahkan untuk menemukan pembaca blog.

Melalui forum diskusi di komunitas kalian bisa sharing untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan blog.

Dari forum komunitas kita bisa mendapatkan motivasi yang berlipat.

Selain itu juga berguna untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi.

Baik yang berhubungan dengan teknis blogging maupun masalah lainnya.

Tentu akan lebih mudah mencari solusi jika dilakukan secara bersama-sama dibandingkan dengan berpikir sendirian.

Survey pesaing

Coba ketikkan kata kunci atau keyword niche blog kalian di google?

Silakan amati blog atau web yang ada di halaman pertama google.

Semua yang disajikan dihalaman pertama itulah blog pesaing sesuai dengan niche yang kalian pilih.

Perhatikan di kolom sebelah kanan halaman google. Disana ada beberapa link yang disajikan khusus.

Semakin banyak link yang nangkring dibilah ini, semakin banyak pesaing blog kalian.  

Pilihlah yang sesuai dengan pengalaman dan keahlian

“Tanpa minat atau pengalaman, anda tidak akan mengetahui suatu niche secara mendetail dan tidak akan bersemangat untuk melakukan riset mendalam.” (Sukarto dan Santoso, 2010)

Riset sangat penting dalam sebuah proses penulisan. Dari sana letak kualitas tulisan akan terlihat.

Dengan riset yang mendalam seorang penulis bisa dengan gamblang menjabarkan analisis suatu masalah secara detail dan sistematis.

Tulisan yang tidak melalui proses riset yang mendalam, bisa jadi kurang berisi atau memiliki kesan belum ngena dalam menjabarkan suatu permasalahan.

Pengalaman menjadi modal dasar dalam menentukan niche.

Ibaratnya seorang dokter tentunya lebih paham tentang ilmu penyakit daripada ilmu bangunan.

Begitu juga sebaliknya. Atas dasar kedalaman pemahaman inilah seseorang bisa dengan mudah menuangkan dalam sebuah tulisan di blog.

Maka dari itu pilihlah niche berdasarkan apa yang dikuasai dan disukai.

Nah, bagaimana dengan niche blog kalian? Hehe…

Salam bloger kreatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like