Asalamualaikum, Gaes ….

Gimana kabarnya nih? Semoga baik-baik saja. Kali ini saya mau nyambung materi minggu kemaren, ya. Masih terkait materi tentang cara-cara yang biasa dipakai dalam menulis konten website.

Bagi yang belum sempat nyimak materi-materi sebelumnya, bisa baca di web blogerclass.com. Sudah saya publish di sana.

Kemaren kita bahas tentang cara menulis artikel rewrite, kali ini kita akan bahas cara menulis artikel review produk. Mungkin teman-teman sudah biasa menulis artikel semacam ini. Saya kali ini lebih tepatnya sekadar sharing bagaimana cara saya menulis artikel review produk.

Iya, siapa tahu nantinya kita bisa saling melengkapi. Tentu saja dalam hal menulis, saya masih banyak kekurangan dan butuh belajar. Salah satu caranya ya melalui diskusi semacam ini.

Tentang artikel review, sebenarnya banyak website yang membutuhkan konten berupa review produk. Karena sebagian besar website memang dipakai untuk alat promosi produk. Entah itu berupa produk fisik, maupun produk jasa.

Produk handphone, elektronik, fashion, layanan webhosting, dan lain sebagainya, adalah contoh produk-produk paling sering direview. Rata-rata perusahaan yang memasarkan produk-produk tersebut punya modal besar untuk biaya iklan. Salah satunya dialokasikan untuk konten website.

Jadi, peluang penulis konten dalam hal ini lumayan besar porsinya. Ada lahan berupa artikel review yang dibutuhkan pemilik website untuk memasarkan produknya secara online.

Lalu bagaimana sih cara simpel menulis artikel review produk yang menarik dan original?

Cara Simpel Menulis Artikel Rewrite

Ketika seseorang butuh artikel review, maka mereka akan menghubungi penulis konten. Order untuk jasa penulisan artikel review.

Katakanlah kita sebagai penulis tersebut, maka data-data mengenai jenis produk dan kata kunci artikelnya akan diinfokan ke kita. Selain itu juga akan disampaikan spesifikasi tulisan yang diminta. Tentang jumlah kata dalam satu artikel, kata kunci target, link yang harus disematkan, dan aturan lainnya. Termasuk deadline, Gaes.

Kalau kita sepakat, maka langsung diminta mengerjakan. Ada beberapa owner yang menyerahkan riset data spesifikasi produk kepada penulis, tapi ada juga yang sudah menyiapkan data-data yang dibutuhkan.

Kalau produknya bersifat umum, seperti handphone, laptop, dll. biasanya penulis sendiri yang diminta mencari data spesifikasinya. Order dari owner hanya sebatas kata kunci artikel dan spesifikasi tulisan saja.

Pahami Detail Produk dengan Riset

Hal pertama yang harus dilakukan penulis konten setelah menerima orderan menulis artikel review adalah melakukan riset produk. Tujuannya untuk mencari tahu info-info tentang produk dan memahami secara detail seperti apa produk tersebut.

Biasanya ketika penulis enggak memiliki pemahaman yang cukup mengenai produk yang akan direview, mereka agak kesulitan menuliskannya. Atau hasil tulisannya kurang ngena.

Nah, risetnya ini bagaimana? Paling bagus sih merasakan langsung manfaat produknya, alias menjadi pengguna. Makanya, ketika seorang bloger mendapat job review, kadang mereka mendapat endorse produk dari perusahaan atau owner websitenya.

Namun, kan enggak semua perusahaan akan melakukan hal itu? Kalau produk yang akan direview berupa barang-barang mahal, handphone, laptop, motor, mobil, kan enggak mungkin dikasih ke penulis.

Untuk kasus-kasus seperti ini, penulis konten risetnya melalui referensi. Bisa dari hasil wawancara pengguna, produsen produk, atau dari artikel yang ada di internet. Kita kumpulkan data tentang produk tersebut dari sana.

Tulis Review Berdasarkan Hasil Riset

Baru kemudian kita mulai menulis review produk berdasarkan data referensi yang kita punya. Ada tiga poin penting yang harus ada dalam tulisan review produk, antara lain: spesifikasi produk, manfaat dan kekurangan produk, harga produk.

Ketiga hal itulah yang minimal harus kita jabarkan dalam artikel review produk. Kalau mau ditambah poin-poin lain juga boleh. Semakin detail informasi produk yang kita tuliskan, semakin baik review yang kita lakukan.

Awali Tulisan dengan Contoh Permasalahn

Untuk teknis penulisan, saya biasanya mengawali tulisan dengan contoh permasalahan. Atau semacam problem-problem yang sering dialami, yang sekiranya bisa diselesaikan dengan produk tersebut. Kita bisa ambil masalah terdekat dari lingkungan di sekitar kita.

Nah, agar bisa menentukan masalah ini, kita harus tahu manfaat produk tadi. Dari manfaat itu kita tarik ke belakang untuk menemukan masalah yang bisa diselesaikan dengan produk.

Misal kita mau mereview produk obat jerawat, ya openingnya bisa kita ceritakan betapa menyebalkannya punya jerawat.

Atau produk handphone yang fitur kameranya bagus, ya kita ceritakan betapa butuhnya seseorang untuk mendapatkan foto terbaik buat dipamerin di media sosial. Dan lain sebagainya.

Ulas Ketiga Poin Review

Setelah cerita masalah di opening, baru kemudian kita ulas mengenai ketiga poin tadi. Lalu di endingnya, kita ajak pembaca untuk mencoba produk tersebut.

Gimana, Gaes? Sampai sini kira-kira sudah punya gambaran ya?

Pada prinsipnya, menulis review produk itu kita harus objektif. Menyampaikan manfaat dan kekurangan produk secara proporsional. Meskipun kita mendapat job review dari pemilik produk, tetap kalau bisa sisi kekurangan produk kita sampaikan.

Jangan sampai pembaca kecewa dan merasa dibohongi dengan informasi yang kita sajikan. Itu saja dari saya, semoga bermanfaat.