Pernah enggak sih, kita cari informasi tertentu di Google, lalu mendapati website kita ada di halaman pertama?

Kalau belum pernah, itu tandanya optimalisasi SEO website kita masih belum bagus. Atau bisa jadi karena memang kata kunci yang kita cari di Google bukan yang ditargetkan di website kita.

Kenapa harus halaman pertama? Ya, karena potensi untuk dikunjunginya lebih besar dibandingkan dengan website yang berada di halaman kedua dan seterusnya.

Ini menyangkut perilaku pengguna internet. Ketika mereka mengakses mesin pencari, lalu menemukan informasi yang dicari di halaman pertama, maka mereka males mencari lagi info lain di halaman selanjutnya.

Enggak usah jauh-jauh deh. Coba kita ingat kebiasaan kita sendiri. Saya yakin perilaku kita cenderung seperti itu.

Perilaku pengguna internet inilah yang dipelajari oleh Google, lalu dipakainya untuk memperbaiki algoritma pencarian di mesin Google.

Google berusaha merancang sistem yang mampu memenuhi kebutuhan pengguna. Terutama berkaitan dengan pencarian informasi di mesin Google.

Google akan menunjukkan daftar informasi yang paling relevan dengan kata kunci yang diketikkan pengguna di mesin pencari. Diurutkan mulai dari yang dinilai mendekati dengan makna kata kunci yang dicari.

Halaman pertama Google menyajikan informasi yang paling populer dan paling relevan. Begitu juga dengan halaman berikutnya, disusun berdasarkan skala prioritas kesesuaian konten dengan kata kunci.

Itulah kenapa kemudian para pemilik website berlomba-lomba mengoptimalisasi websitenya dengan SEO. Ya, agar bisa menempati halaman pertama Google. Bukan hanya Google, sih. Termasuk mesin pencari lainnya, seperti Bing, Yahoo, dan lain sebagainya.

Sumber gambar: pixabay.com

Mereka berharap semakin banyak pengunjung website yang mengakses informasi di dalamnya. Tentu juga semakin banyak transaksi, jika memang tujuan website mereka adalah menjual produk. Seperti website ecommerce, misalnya.

Lalu bagaimana dengan website yang enggak dioptimalisasi dengan SEO?

Bisa Jadi Bagus Tampilannya, Tapi Sedikit Pengunjung

Tampilan website yang bagus saja belum cukup untuk menarik pengunjung. Kita butuh peran search engine untuk mendongkrak trafik website. Karena sebagian besar pengguna internet sering menggunakan search engine untuk mencari informasi.

Memang sumber trafik enggak Cuma dari search engine, tapi kalau bisa mengoptimalkan search engine kenapa enggak?

Hingga saat ini para internet marketer dan bloger masih belum beranjak dari lomba menduduki halaman satu Google. Ini menandakan bahwa sumber trafik paling potensial berasal dari Google.

Jadi, setelah kita percantik tampilan website, bergeraklah untuk mengoptimalisasinya dengan SEO. Agar trafiknya semakin meledak.

Bisa Jadi Menggunakan Self Hosting, Tapi Kurang Memaksimalkan Fiturnya

Coba amati beberapa website yang ada di halaman pertama Google. Sebagian besar adalah website dengan top level domain dan menggunakan self hosting.

Kalaupun ada website yang masih pakai subdomain, atau domain gratisan, mungkin hanya beberapa saja seperti subdomain blogspot.

Sedangkan untuk website atau blog dengan  subdomain wordpress.com, tumblr, dan lain sebagainya semakin jarang mendapat tempat di halaman pertama Google.

Apa sebabnya? Karena ketika kita menggunakan self hosting, di sana kita bisa mengakses fitur-fitur premium yang enggak ada di hosting gratisan.

Termasuk fitur optimalisasi SEO yang ada pada dashboard cPanel. Nah, di mana kita bisa mendapatkan self hosting?

Sekarang ini banyak hosting Indonesia yang kualitas layanannya jos banget. Misalnya saja seperti layanan hosting dari Qwords. Dijamin enggak kalah deh dengan layanan hosting luar negeri.

So, jangan ragu-ragu memaksimalkan fitur yang kita dapatkan dari layanan self hosting.

Sebaiknya kita harus gimana dong, biar SEO websitenya optimal?

Gunakan Self Hosting

Kenapa self hosting? Ya, karena kita butuh performance website yang lebih baik.

Bisa menggunakan cloud hosting, wordpress hosting, atau VPS. Silakan disesuaikan dengan kebutuhan kita.

Sumber gambar: qwords.com

Untuk website dengan trafik tinggi biasanya pilih menggunakan VPS. Selain faktor keamanan, juga karena fitur premium lainnya.

Namun, untuk website personal atau bisnis UKM saya rasa memakai cloud hosting sudah cukup. Tinggal dilakukan optimasi SEO pada laman websitenya dan optimasi dengan backlink.

Lakukan Pengaturan Laman Website

Pengaturan laman website ini meliputi: pengaturan judul atau titel, meta tags, meta keyword, pengaturan heading, subheading, dan lain sebagainya.

Istilah-istilah ini sering disebut dengan On Page SEO. Semacam pengaturan SEO yang dilakukan di laman website agar mudah terindeks oleh mesin pencari. Banyak sekali panduan mengenai pengaturan On Page SEO ini dan bisa kita dapatkan di internet. Tinggal pelajari, lalu coba mempraktekkannya saja.

Buat Konten yang Berkualitas

Kita pasti sering dengar istilah “konten adalah raja.” Itu bisa juga diartikan dengan: sebuah konten bisa menjadi faktor penting terhadap kualitas sebuah website.

Kalau diibaratkan, self hosting itu pondasi bangunanny, kemudian sistem dan fitur website itu layanan pemilik bangunan, sedangkan konten akan menjadi sajian dari tuan rumah terhadap tamu-tamunya.

Tentu kita enggak mau bikin tamu-tamu kita kecewa, kan?

Harapannya mereka yang pernah berkunjung ke website kita, suatu saat akan kembali lagi atau bahkan merekomendasikan website kita kepada orang lain.

Jadi, optimalisasi SEO sebuah website itu bukan sekadar melakukan pengaturan halaman dan penyesuaian kata kunci saja. Melainkan sebuah upaya menyeluruh yang dilakukan terhadap sebuah website untuk bisa jadi jawara di halaman pertama mesin pencari.

Nah, kira-kira sudah sejauh mana kita mengoptimalkan SEO pada website kita?