Konon revolusi industri 4.0 bakal menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan. Diberhentikan dari pekerjaannya lantaran ada mesin-mesin yang menggantikan peran mereka. Mesin-mesin itu menjadi tenaga penggerak dan juga pemroses untuk menghasilkan produk industri.

Fenomena ini sudah bisa kita lihat di industri pabrik-pabrik barang elektronik, kendaraan bermotor, dan lain sebagainya. Banyak karyawan pabrik yang berhenti bekerja, dan hanya menyisakan beberapa orang saja sebagai pengawas produksi. Tentu saja fenomena ini membuat beberapa orang khawatir.

Lalu bagaimana dengan nasib penulis konten website? Apakah mereka juga bakal kena dampak revolusi industri 4.0?

Tentu saja ada imbasnya, ya. Entah ini sudah kita sadari atau belum. Saya pribadi sih merasakan betul bagaimana peran penulis artikel sudah mulai tergantikan oleh software komputer. Apa dampaknya?

Banyak penulis konten yang rela dibayar murah untuk menulis konten website. Banyak juga penulis konten yang tergoda menggunakan spinner atau aplikasi generate konten tanpa memedulikan kualitas tulisan.

Tahu ujung-ujungnya apa? Sebagai penulis konten, bakal susah mendapat kepercayaan dari klien. Apalagi setelah mereka tahu kualitas tulisan kita seperti apa.

Di sisi lain, bagi klien yang enggak begitu peduli dengan kualitas tulisan, mereka akan pilih menggunakan spinner atau software generate konten untuk memenuhi kebutuhan artikelnya. Mereka akan mengutamakan kuantitas artikel ketimbang kualitas. Apalagi kalau dari sisi pendapatan, enggak beda jauh.

Bagaimana Penulis Konten Menghadapi Revolusi Industri 4.0?

Tentu kita enggak boleh diam saja. Apalagi pasrah menerima kondisi seperti itu tanpa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Saya pernah mengulas tentang revolusi industri 4.0 dalam sebuah artikel di website bixbux.com. Di sana saya memaparkan data-data mengenai isu bakal adanya pengangguran besar-besaran.

Revolusi industri 4.0 memang akan menimbulkan dampak buruk, tapi bukan berarti harus menolaknya. Justru kita harus fleksibel menyikapi perubahan tersebut. Bukankah perubahan itu akan selalu ada dalam hidup kita?

Nah, barangkali beberapa tips berikut ini bisa jadi referensi untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

Kolaborasi Dengan Tim Pengelola Konten Website Profesional

Jangan pernah merasa paling hebat sehingga memandang mampu melakukan apa-apa sendirian. Selalu ingat bahwa, di atas langit masih ada langit. Dan, jangan lupa bahwa kolaborasi dengan orang-orang hebat akan menghasilkan karya yang hebat.

Sumber gambar: pixabay.com

Kenapa demikian? Ya, karena masing-masing tugas dibagi rata kepada orang-orang yang memiliki spesialisasi di bidang masing-masing.

Simulasinya begini:

Dalam sebuah tim pengelola konten website profesional, idealnya terdiri dari seorang leader yang bertanggung jawab dalam quality control, seorang editor, dan beberapa orang penulis artikel. Bisa juga ditambah beberapa orang lagi sebagai tim SEO, dan digital marketing.

Banyak sedikitnya personil dalam tim, disesuaikan dengan kebutuhan dan visi misi website tersebut.

Nah, untuk menghasilkan sebuah konten website yang bagus, biasanya seorang editor bersama tim quality control akan membuat konsepnya. Menentukan target keyword, hingga memetakan keyword menjadi beberapa kelompok.

Hasil pemetaan keyword tersebut kemudian di serahkan kepada tim penulis konten. Di sinilah peran penulis konten. Dia bertugas menulis artikel yang berkualitas berdasarkan keyword.

Setelah draft artikel selesai, seorang editor akan memeriksa kesesuaian antara artikel yang ditulis dengan standar yang ditetapkan. Mulai dari kesesuaian tulisan dengan keyword tertarget, penyematan link, dan pengaturan SEO lainnya. Setelah itu, editor akan mem-publish artikel yang sudah fix.

Tentu saja semua proses itu dibawah pengawasan leader quality control yang bertanggung jawab terhadap kualitas konten.

Nah, bisa dibayangkan betapa beratnya tugas seorang penulis konten jika menghandel semua proses pembuatan konten website. Mulai dari riset keyword, memetakan keyword, hingga mengawasi kualitas konten yang dibuat sendiri.

Update Ilmu dan Skill

Seorang penulis konten harus selalu update ilmu dan keterampilan. Baik ilmu tentang kepenulisan, maupun ilmu terkait tema yang sedang ditulis.

Sumber gambar: pixabay.com

Di poin inilah yang membedakan kualitas karya yang ditulis oleh penulis konten profesional dengan hasil spinner atau aplikasi.

Penulis yang selalu update ilmu dan skill akan mampu menghasilkan karya tulisan yang berkarakter. Iya, karakter tulisan inilah yang enggak mampu dijiplak oleh spinner atau software generate konten.

Miliki Personal Website

Revolusi industri 4.0 memungkinkan akses informasi melalui internet menjadi lebih digemari ketimbang media cetak. Lihat saja betapa sudah banyak majalah dan toko buku yang gulung tikar. Salah satu sebabnya ya semakin banyak orang mengakses informasi melalui internet.

Sebagai penulis konten jangan mau ketinggalan dong. Manfaatkan keterbukaan informasi itu untuk menguatkan branding kita sebagai penulis konten. Perluas jangkauan dengan cara memperkenalkan branding diri kita ke seluruh dunia melalui personal website.

Sumber Gambar: pixabay.com

Toh sekarang kan enggak sulit untuk bikin personal website. Kita tinggal beli domain dan hosting di penyedia hosting Indonesia. Seperti qwords.com yang selama ini telah menjadi mitra dari website-website kelas kakap.

Jika kita serius ingin menjadikan bidang penulisan konten sebagai ladang bisnis, bisa kok dengan cara membuat website penyedia jasa penulisan konten.

Coba aja cari di Google dengan kata kunci, “jasa penulisan artikel.” Banyak tuh website yang menawarkan jasa tersebut. Nah, kita bisa membuat website serupa dengan menawarkan jasa yang lebih istimewa.

Bagaimana caranya?

Mudah, buka aja situs qwords.com lalu pilih menu Cloud Hosting. Pilih paket yang paling murah dulu aja, trus lakukan order. Jangan lupa sekalian nama domain yang akan menjadi brand jasa penulisan artikel kita.

Abis itu silakan install CMS WordPress lalu mulailah mendesain tampilan websitenya. Enggak perlu pusing, sekarang WordPress punya banyak template gratisan yang keren-keren.

Selanjutnya tinggal mengisi konten dengan tulisan-tulisan original kita. Karena tujuan website ini untuk branding, tunjukkan kualitas artikel kita di sini. Sehingga nantinya website ini bisa jadi referensi contoh tulisan yang kita kerjakan.

Dari sinilah daya tarik kita sebagai penulis konten tercium oleh calon klien. Mantab, kan?

Join Platform Penyedia Jasa Penulisan

Jika kita masih belum mampu membuat personal website untuk branding jasa penulisan kita, bisa juga dicoba join platform penyedia jasa penulisan. Kita melamar sebagai penulis konten profesional.

Dengan begitu peluang kita untuk mendapatkan job menulis menjadi lebih banyak. Tanpa harus susah-susah menawarkan sendiri jasa penulisan kita. Karena bisanya platform penyedia jasa penulisan tersebut sudah punya tim marketing yang bergerak memasarkan jasa mereka.

Bangun Komunitas Penulis

Terakhir yang harus kita lakukan sebagai penulis konten adalah membangun komunitas. Ini penting, meskipun kadang diabaikan.

Dari komunitas inilah kita memiliki jaringan. Dari komunitas pula kita akan mendapatkan target pembaca yang loyal terhadap tulisan-tulisan kita. Dari komunitas pula kita mengembangkan keterampilan dan kemampuan menulis.

Bagi saya pribadi, komunitas inilah yang berperan besar terhadap karir saya di bidang penulisan konten. Iya, saya akui komunitas Temu Penulis Yogyakarta yang saya bangun bersama teman-teman penulis di Jogja telah menjadikan saya seperti sekarang ini. Alhamdulillah.

Ok, Gaes. Itulah beberapa tips untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Barangkali teman-teman punya tips lain, boleh dong sharing. Silakan tuliskan saja di kolom komentar.

Jangan lupa juga share artikel ini agar semakin banyak teman kita yang mendapatkan manfaat dari tulisan ini.