Sebagaimana yang sudah saya tuliskan dalam artikel sebelumnya tentang 6 Langkah Mudah Menulis Konten Web Original. Salah satu tahapan yang saya jabarkan di sana adalah riset keyword. Maka, di artikel kali ini saya ingin mendetailkan bahasan tentang riset keyword untuk menulis konten web original.

Apa Itu Keyword

Apa sih sebenarnya yang disebut dengan keyword? Kita kan sering banget mendengan kata itu. Iya, sekilas mungkin kita sudah ada gambaran tentang definisi keyword. Namun, ternyata ketika saya buka-buka referensi, ada beberapa definisi, dan masing-masing berdasarkan konteks yang berbeda. Saya rasa kita perlu memahaminya dengan cara yang sederhana. Karena menurut saya enggak banyak orang yang suka baca teori. Hehe.

Ilustrasinya begini, ketika saya mau nulis tentang tema Liburan di Gunungkidul, tentu saya butuh referensi. Tempat paling dekat dan mudah dijangkau untuk nyari referensi, tentu saja Google. Mau buka buku, enggak yakin punya buku tentang tema terkait. Mau tanya teman, enggak yakin ada yang pernah pergi liburan ke Gunungkidul. Jadi, rujukan paling pas ya di Google.

Buka Google Chrome, lalu saya ketik “liburan di Gunungkidul” kemudian enter. Setelah itu muncullah beberapa judul artikel tentang tempat di laman pertama Google.

Kata atau gabungan beberapa kata yang kita ketikkan di mesin Google itulah yang dinamakan keyword atau kata kunci. Semacam identitas yang kita sodorkan ke google untuk dicarikan info-info yang berkaitan dengan kata tersebut. Berdasarkan kata tersebutlah google merekomendasikan beberapa artikel untuk kita. Itulah yang disebut keyword atau kata kunci.

Apa yang teman-teman bisa tangkap dari ilustrasi di atas? Semoga bisa ya.

Cara Riset Keyword

Kita perlu samakan persepsi dulu sebelum membahas tentang bagaimana cara riset keyword. Karena bahasan artikel ini kaitannya dengan penulisan konten, maka arah pembahasannya saya tujukan ke sana. Jadi saya anggap sebagian besar pembaca artikel ini adalah para penulis konten atau yang sedang belajar menulis konten.

Pada prinsipnya, meriset keyword ini sangat penting buat penulis konten untuk mengetahui seberapa besar volume pencarian artikel tentang tema yang akan ditulis tersebut. Dari data riset ini kita bisa mempertimbangkan keyword mana saja yang akan diambil untuk ditulis. Pertimbangannya tentu saja karena besarnya volume pencarian dan rendahnya tingkat persaingan di mesin pencari.

Kalau kita asal nulis tanpa mempertimbangkan riset keyword, bisa jadi artikel yang kita tulis akan jarang dilihat oleh netizen. Karena memang enggak banyak yang mencari keyword terkait artikel yang kita tulis.

Atau misal kita ambil keyword yang volume pencariannya paling tinggi, tapi tingkat persaingan di mesin pencari juga tinggi. Hal ini juga berisiko artikel yang kita tulis enggak banyak dibaca orang. Karena artikel kita kalah bersaing dengan artikel lain yang posisinya lebih bagus di mesin pencari. Hal ini sering terjadi pada konten yang ditulis pada website baru atau website yang optimasi SEO-nya kurang bagus.

Nah, disinilah pentingnya untuk belajar bagaimana cara riset keyword yang tepat untuk modal menulis konten web original.

Riset Keyword Gratis

Sampai saat ini masih banyak penulis konten yang memanfaatkan tools gratis untuk riset keyword. Seperti Google Keyword Planner, keywordtool, dan lain sebagainya.

Namun, ada juga yang lebih mantab menggunakan tools SEO berbayar. Biasanya para master SEO yang punya proyek ngerjain konten website kelas kakap.

Bahkan ada beberapa yang membuat tools sendiri. Ini biasanya para developer aplikasi dan website yang sudah biasa bikin-bikin kek gituan.

Pada prinsipnya, sebagai penulis konten, kita cukup memanfaatkan tools gratisan untuk menghasilkan konten yang berkualitas. Jangan memaksakan beli tools mahal kalau memang enggak punya budget yang cukup.

Silakan saja pilih tools mana yang paling nyaman dipakai. Semua tools punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selama kita bisa memaksimalkan tools tersebut, maka kita bisa meraih hasil yang maksimal.

Cara Riset Keyword Menggunakan Google Keyword Planner

Cara riset keyword sebenarnya tidaklah sulit. Apalagi dengan menggunakan google keyword planner. Kita hanya perlu menyiapkan beberapa kata kunci yang akan kita riset.

Untuk langkah-langkah risetnya, akan saya jabarkan sesimpel mungkin. Biar mudah diikuti oleh siapa pun.

Pertama, siapkan daftar kata atau frase yang akan kita riset. Sesuaikan dengan tema yang akan kita tulis.

Contoh: misalkan saya hendak menulis tentang tema wisata di Bantul, maka saya akan buat daftarnya seperti ini:

  1. Wisata Bantul

  2. Tempat wisata di Bantul

  3. Tempat piknik di Bantul

  4. Piknik di Bantul

  5. Dst.

Semakin banyak, semakin kaya pilihan kata kunci yang akan dipakai. Hal yang perlu diperhatikan ketika menetapkan kata kunci ini adalah pilihlah kata kunci yang spesifik. Jangan terlalu umum, karena persaingannya bisa semakin ketat.

Kedua, buka browser dan akses situs: Google Keyword Planner.

Ketiga, ketikkan beberapa kata kunci di kolom “Find New kwyword” lalu klik “Get Started.”

Keempat, perhatikan daftar kata kunci yang muncul. Kita akan fokus pada kolom “Average Monthly Searches” dan “Competition.”

Kita akan memilih kata kunci dari yang memiliki Average Monthly Searches tinggi dan tingkat Competition rendah (Low). Kenapa demikian? Karena artikel yang kita tulis dengan mengambil kata kunci tersebut, potensi muncul di halaman pertama google lebih tinggi. Pasalnya banyak yang nyari, tapi kompetitornya masih rendah.

Kelima, buatlah daftar keyword baru berdasarkan hasil riset. Jangan lupa sertakan skor volume pencarian perbulannya biar nanti kita punya gambaran skor pencariannya perbulan.

Dari kata kunci ini kita bisa kembangkan dengan mencari kata kunci turunan. Atau semacam kata kunci tambahan yang masih setema dengan artikel yang akan kita tulis.

Dari kata kunci utama dan kata kunci turunan inilah kita menyusun draft artikel SEO. Hehe.

Sudah ada bayangan, kan? Silakan dicoba, semoga bermanfaat.

%d bloggers like this: