Asalamualaikum, Gaes ….

Kali ini kita akan bahas mengenai teknik menulis konten dengan cara rewrite. Seperti yang sudah saya singgung di materi sharing minggu kemarin, bahwa rewrite ini merupakan salah satu cara menulis konten yang bisa kita pakai.

Bisa dibilang, teknik rewrite ini cukup ringan untuk dilakukan. Enggak perlu keterampilan khusus sebagaimana teknik menulis konten yang lainnya. Namun, bukan berarti menulis rewrite itu bisa asal nulis aja.

Alangkah baiknya kalau kita pakai tips ini agar hasil tulisan rewrite kita terlihat lebih natural. Kita coba simulasi aja, ya? Coba perhatikan contoh berikut:

Artikel asli saya ambil dari web detik.com

Judul: WHO: Batas Penggunaan Gadget Oleh Balita Maksimal 1 jam

Judul rewrite: WHO Membatasi Balita Main Gadget Maksimal Hanya 1 Jam

Rewrite artikel:

Banyak orangtua yang sering menggunakan gadget sebagai alat untuk menghibur anak-anaknya yang masih balita. Mereka juga memberikan mainan dan membiarkan anaknya menonton televisi. Namun, kebiasaan bermain gadget sering berlangsung cukup lama dan anak memainkannya dalam posisi yang sama.

Apakah kebiasaan bermain gadget ini aman bagi balita? Tentu saja ada batasan waktu bermain untuk anak yang masih balita. Jika merujuk data hasil riset yang dilakukan oleh WHO, maka batasan waktu toleransi bagi balita untuk menatap layar gadget maksimal hanya satu jam.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa anak balita butuh lebih banyak bergerak dan beraktifitas untuk perkembangan fisik dan motoriknya. Kebutuhan ini enggak akan bisa terpenuhi jika seorang anak menghabiskan waktunya dengan bermain gadget. Mereka hanya akan banyak duduk, menatap layar, tanpa berpindah-pindah tempat.

Menurut WHO, perilaku pasif anak saat menonton gadget ini bisa menyebabkan anak kurang tidur dan kurang aktivitas fisik. Sehingga bisa menghambat perkembangan fisik dan motorik anak.Dokter Fiona Bull dari WHO mengatakan, ”

Meningkatkan aktifitas fisik, tidak berlama-lama dalam posisi yang sama dan memastikan kualitas tidur untuk balita, akan meningkatkan kesehatan fisik, kesehatan mental dan kesejahteraan mereka.”

Dokter Fiona juga menambahkan bahwa, memperbanyak aktifitas fisik juga bisa meminimalkan risiko penyakit obesitas pada anak.

Dan seterusnya, silakan dicoba untuk latihan. Hehe.

Pada prinsipnya untuk menulis artikel rewrite ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Enggak mengubah tema dan pokok pikiran atau bahasan dari artikel yang ditulis ulang.

  2. Enggak menambahkan opini, data pendukung, atau pokok pikiran baru ke dalam artikel rewrite.

  3. Bisa mengubah struktur kalimat dan paragraf dengan menggunakan padanan kata dengan tujuan untuk menjelaskan pokok pikiran dalam paragraf.

  4. No Copas, kecuali kalimat dialog yang diucapkan oleh narasumber.

  5. Enggak semua jenis artikel bisa direwrite, tapi sebagian besar bisa direwrite. Hehe.

Paling sering job nulis artikel rewrite ini datang dari pemilik website portal berita. Atau website yang main publisher iklan seperti adsense dan lain sebagainya. Mereka mau bayar penulis konten karena butuh jasa penulis untuk memenuhi tuntutan posting tiap hari.

Sebenarnya teknik rewrite ini bisa kita pakai untuk menulis di beranda medsos, blog, atau media lainnya. Enggak perlu khawatir mengenai kualitas, niatkan saja kita bantu menyebarkan informasi ke orang lain.

Yang jelas, merewrite artikel tuh lebih manusiawi ketimbang copas. Karena rewrite bukanlah plagiat.

So, tetap semangat nulis ya, Kakak ….